Assalamualaikum.
Apakah definisi bahagia, ada yang berkata apabila wang cukup untuk memiliki apa sahaja yang terlintas dihati. Bila dapat memiliki mereka rasa puas hati dan tersenyum. Namun, mengapa statistik menunjukkan negara maju mempunyai kadar bunuh diri yang agak tinggi. Tidak bahagiakah mereka kerna mempunyai wang dan harta.
Namun, ketenangan tidak dapat dibeli dengan wang dan harta. Patutlah kita melihat sepasang suami isteri hidup dirumah kecil dan anak anak yang ramai mengukir senyuman apabila bersama. Mahu mencapai ketenangan haruslah diusahakan. Bagi saya, yang paling mudah adalah berzikir. Ingat Allah. Istighfar.
Alhamdulillah, saya kini menjalani rutin sebagai seorang surirumah dan ibu dan isteri. Anakku akan berinjak 6 bulan hari rabu ini. Aduh, umminya berdebar. Sebab first time ni nak perkenal solid foods padanya. Cepatnya dia membesar, rasanya hampir setiap hari bila tengok anak kami "membuas" , suami akan cakap "besar dah dia". Lahir berat 3.0kg, skarang rasanya sudah lebih 7kg. Meniarap tepat2 3 bulan. Keluarga selalu kata senang nak jaga dia. Sebab dia menangis ketika lapar nak tidur. Time lain rilek saje.Alhamdulillah syukur..
"..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir." -Surah Yusuf ayat 87
Sunday, April 17, 2016
Monday, June 29, 2015
Tips isteri bekerja urus rumahtangga tanpa pembantu rumah
Assamualaikum..
Bekerja dalam masa yang sama memerlukan pengorbanan yg sangat besar. Sekarang sy dah rasa cabarannya. Balik rumah, mahu masak, persiapan kendiri, pengisian rohani, berperang dengan kantuk dan keletihan badan. Kadang2 terasa mahu give-up saja. Bila kita nak yang terbaik, tapi end-up ada juga yang kita tak puas hati.Dari hal memasak, membersih dan mengemas dan menguruskan baju: basuh, jemur, lipat dan gosok.
Berikut tips2 yang sangat berguna yang boleh diaplikasi.
http://siraplimau.com/tips-ibu-bekerja-tanpa-pembantu/
Monday, July 21, 2014
Update
Assalamualaikum.
Ya ALLAH..lamanya tak bukak blog sendiri.Rupanya boleh guna emel yang sama gmail diguna untuk sign in Youtube.
Hari ni sudah lebih 20 hari kita di bulan Ramadhan.
Alhamdulillah..tiada sepatah perkataan yang layak diucapkan selain ucapan itu atas kurniaan Allah yang tidak terhingga. Saya masih bernafas, mengihirup udara Allah setiap hari, mampu mengerjakan ibadah kepadaNya.
Banyak perkara berlaku sepanjang tempoh 5 bulan. Perkara yang paling saya tak terlintas dalam hati saya adalah: bernikah pada bulan Jun tahun ini. Prosesnya memang cepat, saya hanya mengenal suami dalam 3 bulan dan kami bersetuju untuk bernikah. Allah...saya masih ingat bagaimana saya menyerahkan sepenuh hati saya kepada Allah pada satu malam bila saat itu hati saya begitu luluh dan pasrah. Dan Allah menghadirkan seseorang yang saya tak pernah kenal sebelum ni, i had never known him! Semua ini takdir Allah. Moga Allah mengurniakan keberkatan dalam rumah tangga kami, sakinah mawaddah dan rahmah. Kurniakan zuriat yang menjadi penyejuk hati kami.
Ya ALLAH..lamanya tak bukak blog sendiri.Rupanya boleh guna emel yang sama gmail diguna untuk sign in Youtube.
Hari ni sudah lebih 20 hari kita di bulan Ramadhan.
Alhamdulillah..tiada sepatah perkataan yang layak diucapkan selain ucapan itu atas kurniaan Allah yang tidak terhingga. Saya masih bernafas, mengihirup udara Allah setiap hari, mampu mengerjakan ibadah kepadaNya.
Banyak perkara berlaku sepanjang tempoh 5 bulan. Perkara yang paling saya tak terlintas dalam hati saya adalah: bernikah pada bulan Jun tahun ini. Prosesnya memang cepat, saya hanya mengenal suami dalam 3 bulan dan kami bersetuju untuk bernikah. Allah...saya masih ingat bagaimana saya menyerahkan sepenuh hati saya kepada Allah pada satu malam bila saat itu hati saya begitu luluh dan pasrah. Dan Allah menghadirkan seseorang yang saya tak pernah kenal sebelum ni, i had never known him! Semua ini takdir Allah. Moga Allah mengurniakan keberkatan dalam rumah tangga kami, sakinah mawaddah dan rahmah. Kurniakan zuriat yang menjadi penyejuk hati kami.
Saturday, February 15, 2014
Pebezaan perbincangan: antara sesama sheikh vs sesama anak murid
credit kepada:fb muslimshow
Friday, February 14, 2014
Qiyam: 14 Tips to Consistently Pray the Night Prayer!
Assalamualaikum. i would love to share the about
qiyamullail.
Qiyam: 14 Tips to Consistently Pray the Night Prayer!
Islam teaches us to gain knowledge as it is the path to
Jannah; but knowledge and inspiration alone is not the end goal, it is just the
means to reach it. The purpose is to gain knowledge so that we are humbled
and inspired enough to carry out righteous actions, while also having an
understanding of their importance. Why is a righteous action, such as
performing Qiyam, so important to be accompanied by knowledge? Performing Qiyam
without knowing its virtues will have you doing the action in vain, and
likewise, having the knowledge of the virtues of Qiyam is a
great motivator but it is not useful until the action is
implemented. They are both our responsibility to make use of since Allah
subhanahu wata’aa’aa gave us the ability to both learn and act. For many of us,
we may find it easier to gain the knowledge and feel the inspiration, but more
difficult to use them towards carrying out the action. Here are some very
helpful tips to help you pick up and maintain the habit of consistently praying
the night prayer, insha’Allah!
1) REFLECT ON THE BENEFITS OF QIYAM
Read about and reflect on how Qiyam gives you great success
both in this dunya and the akhirah (PART
1and PART
2). Gaining knowledge on the importance and benefits will inspire you to
perform the night prayers, and reviewing them from time to time helps you place
your efforts towards it each night and maintain this habit for a lifetime.
After all, in each good deed we do, we need to do so with the pure hope and
sincere intention of seeking its rewards from Allah subhanahu wata’aa’aa. The
point after finding inspiration, is to apply the practice!
2) START WITH THE MINIMUM TWO
When you first start to implement the night prayer, start by
performing only two rak’aat each night to make sure that you are not
overwhelming yourself. Then, gradually add more rak’aat
to your night prayer, increasing them two by two. With time you will feel that
you are enjoying this, and that two rak’aat are not enough! There is no maximum
limit, but the sunnah of the prophet salallahu aleyhi wasallam was to pray 8
rak’aat each night. You may choose to increase it later or not. But it is
simplyapplying the habit that is important. So make sure to keep
within the boundaries that you can maintain, as the prophet salallahu aleyhi
wasallam said: “The most beloved of actions to Allah are the most
constant, even if little.” [Bukhari]. Increasing the amount gradually
will help you to easily and consistently pray each night, rather than tiring
yourself out and eventually quitting. The prophet salallahu aleyhi
wasallam said: “O Abd Allah! Do not be like so-and-so. He used to pray
at night and then left it.” [Bukhari]. The key is to set realistic
goals and not cross the bounds of overwhelming yourself – even if it is one
verse that gets you pondering about your life, that one verse is enough.
3) AVOID SINS
Avoid sins so that you are not shackled by them at night and
can get up for Qiyam; and in return, praying will help you continue avoiding
them. Sufyan Al-Thawri once said: “I have missed Qiyam for 5
months because of a sin I once committed.” When we hold fast to our
night prayers, it becomes our“shield from sin” [Tirmidhi].
Asking for forgiveness and repenting in the night are one of the best ways to
free ourselves from the chains of our sins, but being burdened by and insisting
on sin makes it much more difficult for us to seek such forgiveness in the
nights.
4) REALIZE ALLAH SUBHANAHU WATA’AA’AA IS CALLING YOU
The mentality we should maintain when we make the intention
to perform Qiyam is that this is a call from Allah subhanahu wata’aa’aa. When
we realize that He is seeking us at night and this is His call to success, we
will also realize that we need to respond. We are responding to the One
who has no need for us, but we are in need of worshiping Him.
5) MAKE QIYAM A JOY IN YOUR LIFE
Qiyam was a great source of joy and pleasure for the early
Muslims, and their inspiring examples express how much they really enjoyed it.
Abdullah ibn Wahb said: “Every type of pleasure
is enjoyed only once, except for acts of worship, which are enjoyed three
times: when you do it, when you remember it, and when you are given the reward
for it.”
Muhammad ibn al-Munkadir said: “There is nothing
left of the joys of this life except three: qiyaam al-layl, meeting one’s
brothers in faith, and praying in congregation.”
Even as Omar bin Khattab radiallahu anhu was
dying, he did not forget his passion for Qiyam, and said “I do not grieve on
anything of this life except the night prayer.”
So keep in mind that this beautiful act is not meant to be a
burden on you, but rather a joy. There is nothing else of this dunya more
worthy of missing – no play, work, people, hobbies, nor activities of this
world.
6) AVOID EXCESSIVE EATING AND DRINKING
Sufyan al-Thawri said: “You should eat little, so
that you will be able to pray Qiyam al-layl.”Try to avoid filling up your
stomach with food and liquid because it will make you lazy and want to sleep a
lot, and if you do that, you will miss out on a lot of great opportunities in
life including Qiyam.
7) AVOID EXCESSIVE DAYTIME WORK
If you exhaust yourself all throughout the day, you will
likely crash at night, falling into deep sleep and becoming too tired to rise
for the night prayer. Make sure that you give yourself enough time to rest
during a tiring day, and do not work yourself too hard for too long without a
break. Try to spread out all your tasks and errands throughout your days, and
be productive so that you do not procrastinate your work and have a workload to
deal with on the last day.
8) TAKE A NAP
Taking a nap before Duhr (the early afternoon) is from the
sunnah of Prophet Muhammad salallahu aleyhi wasallam, referred to as a Qaylulah. It
helps you to not sleep excessively and so heavily at night so that you can wake
up for Qiyam. Sometimes, you will have those exhausting days as much as you try
to avoid them, so making sure to take a short nap (30 to 60 minutes) will
surely help balance out your day. Today, science has followed the sunnah and
shows how important napping is for our health. Aside from allowing us to wake
up for Qiyam, it also helps increase our alertness and productivity throughout
the day, and maintains good blood pressure to decrease risk of heart attacks and
stroke. Just remind yourself, Allah subhanahu wata’aa’aa does not want to
burden you and keep you up at night overwhelming yourself. He wants to ease the
religion for you – taking a nap with the intention of praying Qiyam
alone gains you the ajr insha’Allah. Islam is all about balance and
moderation!
9) USE IT AS A MONITORING TOOL
When you go through downhills and find that you can’t wake
up for Qiyam, ask yourself, are you sinning or doing something displeasing to
Allah subhanahu wata’aa’aa? If so, make the intention to purify yourself and
you will find that when you truly do want to improve from your heart, Allah
subhanahu wata’aa’aa makes it much easier for you to get up at night and grants
you that opportunity. This is the first indication of your imaan getting back
in check. Constantly checking ourselves and improving our shortcomings is a
sign of us being truthful to ourselves and how we are doing as slaves of Allah.
The Almighty says: “O you who believe! Fear Allah and keep
your duty to Him. And let every person look to what he has sent forth for the
morrow, and fear Allah. Verily, Allah is All-Aware of what you do.”
Allah is aware of all that we do, but we are commanded to
also be aware of our own doings. Imam Ibn al-Qayyim said: “If the slave
is responsible and accountable for everything, even his hearing, sight and
innermost thoughts, then he should check on himself before he is brought to
account.”
10) STRIVE AGAINST YOURSELF
Successful individuals who achieve their goals are those who
go beyond their comfort zone and make the effort to strive against themselves.
This is one of the best means to help you get up for the night prayer. It is
easy to let ourselves flow with our desires towards destruction; but once we
strive against ourselves, we insist on righteousness and demand to be the ones
in control.
Allah subhanahu wata’aa’aa says: “And as for those who
strive hard in Our Cause, We will surely guide them to Our Paths. And verily,
Allah is with the muhsinoon (good-doers).”
The night prayer especially requires that we strive against
ourselves, because night time is a time for resting from the day, and sacrificing
our desire for sleep is a great struggle. The prophet salallahu aleyhi wasallam
also explains the virtue of striving against oneself: “When a man from my
ummah gets up to pray at night, striving against his own self to get up and
purify himself, there are knots on him. When he washes his hands in wudoo’, one
knot is undone. When he washes his face, another knot is undone. When he wipes
his head another knot is undone. When he washes his feet, another knot is
undone. Then Allah says to those who are veiled (in the Unseen): ‘Look at this
slave of Mine, he is striving against his own self and asking of Me. Whatever
My slave asks of Me shall be his.” [Ahmad]
11) MAKE IT ESSENTIAL IN YOUR LIFE
Don’t take Qiyam as a light matter and degrade its worth,
because “it’s just a sunnah”. The sahabah, when they learned or witnessed a
sunnah of the prophet salallahu aleyhi wasallam, were quick in implementing it
into their lives and making it essential as well. If you want to consistently
pray the night prayer, you must first make it an essential part of your life
and have hope in the hereafter so that you do not leave the habit so easily.
With this intention, our efforts will not be wasted insha’Allah. Remember that
Qiyam was once an obligation in the early stages of Islam, which should remind
you of its greatness, as Aisha radiAllahu anha said: “Allah made Qiyam
obligatory at the beginning of this surah (Al-Muzzamil), so the Prophet
salallahu aleyhi wasallam and his companions prayed Qiyam for a year, and Allah
withheld the end of this surah for twelve months, until He revealed something
at the end of this surah to make things easier, so Qiyam al-layl became
voluntary after it had been obligatory.” [Muslim]
12) KEEP IT SECRET
To help purify your intention and maintain the true
motivation to pray the nights, try to keep this act a secret hidden between you
and Allah subhanahu wata’aa’aa just as the salaf did. This protects you from
shaytan getting in the way and encouraging you to show off and gain people’s
admiration for your worship, and keeps you doing it for the pleasure of Allah
subhanahu wata’aa’aa alone. You do not want this to turn into a habit in which
you pray when others are around, but quickly lose that motivation when you are
alone. Although, this does not mean that you need to go to the extremes of
hiding such a deed. If you think that sharing how you are praying Qiyam
will encourage your family and friends to do the same, then gain that extra reward
and do so.
13) TODAY BEFORE TOMORROW
Make a pledge to yourself now that you will get up to pray
Qiyam – starting with tonight and continuing on a daily basis. If you are the
type of person that stays up late anyways, then drop what occupies you at night
for a few minutes, and just do it. Don’t leave this without
thinking to yourself, how and with whom do you like to spend your nights? Don’t
let shaytan visit you with his whispers, “I will, I will” –
let the reminders and words from Allah subhanahu wata’aa’aa and His prophet
salallahu aleyhi wasallam be the ones that cross your mind and make the
determination now. Think of how much shaytan will hate it, and Allah subhanahu
wata’aa’aa will love it for obeying Him. The best time to pick up a good habit
is alwaysnow.
14) REMEMBER THE PROPHET’S SALALLAHU ALEYHI WASALLAM
WISH
When we truly love someone, we love to know of their wishes
and respect them enough make them come true. The Prophet salallahu aleyhi
wasallam, our most beloved brother in Islam, once said about his companion:
“Abdullah is a good man. I wish he prayed Tahajjud.” After
that, Abdullah used to sleep but a little at night.” [Bukhari]
Imagine Prophet Muhammad salallahu aleyhi wasallam right now
being pleased with you for following his sunnah, and he tells you he thinks you
are a good person but wishes you just prayed Tahajjud. Would you not be so
inspired to go that extra mile to add that missing thing to the good person you
already are?
Your journey with Qiyam will have its ups and downs, just
like it did with the early righteous Muslims. So keep making the effort to
consistently maintain this habit – sacrifice a low desire of yours, supplicate
a higher desire of your heart, and leave the night putting complete trust in
Allah subhanahu wata’aa’aa for its immense rewards.
Peace and blessings upon our beloved prophet salallahu
aleyhi wasallam who has set an excellent example for his devotion to Qiyam.
Tuesday, January 07, 2014
Get Married First, Then Focus On Your Career | Thought Catalog
Get Married First, Then Focus On Your Career | Thought Catalog
Women who want to have kids should make it a high priority in their early twenties to find a partner. A Newsweek cover story, Marriage by the Numbers, says is okay to wait until after 35 to get married. Newsweek is revising the saying that a woman has more chance of getting hit by a truck than getting married after age 35.
But the article ignores one of the most pressing issues facing Generation X: Infertility. No generation of women has had more trouble with fertility than this generation who received the terrible advice, “Wait. You have time. Focus on your career first.”
In fact, you have your whole life to get a career. This is not true about having a baby.
Even if you are past your early twenties, or not heterosexual, if you’re single and want to have kids with a partner, you need to find one now. Take that career drive and direct it toward mating because your career skills will outlast your ovaries.
In case you think you’re waiting for “the right time,” there is no evidence to show when in a woman’s career is best to have kids. At any point, she is thrown off track. At any point when a woman has kids, statistically she will start to earn less money even if she takes no maternity leave whatsoever. There is no evidence to show that it’s easier to take time out of the workforce at a certain point in a career. People just plain don’t know.
Phyllis Moen, professor of sociology at the University of Minnesota, told me in an interview, “Don’t wait until the right time in your career to have a child or it will never come.”
However there is lots of evidence to show that a woman’s biological clock takes a nose-dive at age 35. I know, because that’s when I started having kids. The geneticist showed me and my husband a graph of Down’s Syndrome and we nearly keeled over when we saw the cliff at 35. We had no idea. That Down’s Syndrome cliff, though, is a stand-in for everything, because a huge percentage of fertility statistics get bad at 35.
There is also lots of evidence to say that having kids at least two years apart is best for the kids. However there is a distinct advantage for first-born kids. They are richer, smarter, and as if that’s not enough, year after year 90% of Harvard’s incoming freshmen are first-born. You can mitigate the impact of birth order on your second child by having three years between kids.
If you start when you are thirty-one, you can have two kids, three years apart, before you’re thirty-five. But this plan does not take into consideration that about 20% of pregnancies end in a miscarriage. This means you have almost a 50% chance of having to go through three pregnancies to have two kids, which means you should start when you’re thirty.
If you want to have babies when you’re thirty, then you probably want to be married when you’re twenty-eight. This is good news because if you marry very young you’re more likely to get divorced, but the statistics get much better if you wait until you’re twenty-five. For a healthy marriage, experts think people should be married two or three years before they consider having children. A reasonable expectation is to meet someone, date for a couple of years, and get engaged with almost a year’s time to pull off a wedding. So you need to meet the person at age twenty-four.
So this means that it may make sense for men to work full-speed ahead on their career in their early twenties, but women cannot afford that. Women need to make time in their lives to search for a mate in the same systematic, focused way that women have been searching for careers in their early twenties. And don’t tell yourself you’re waiting until you know yourself better. Getting to know yourself is a lifelong process, and after age twenty-five, waiting to get married won’t decrease your chance of divorce.
The good news here is that a large body of research shows that you will gain more happiness by being married than by having a good job. Yes, you should not have to choose between a good job and marriage. But this column is not about what is fair or what is just. It is about what is real.
You have a biological clock that does not pay attention to issues of social justice. You cannot control your biological clock and you cannot control the workplace. But you can control where you spend your time and energy, and you should look hard for a husband early on. Line up the marriage first, then the career
Thursday, January 02, 2014
nostalgia
Assalamualaikum.
Moga tahun baru masihi lebih baik dari tahun sebelumnya.
Nostalgia
Moga tahun baru masihi lebih baik dari tahun sebelumnya.
Minggu lepas, saya ke sekolah lama. Menemani adik ke sekolah. Rezekinya hanya 3 tahun disana. Pastinya beliau sedih mahu meninggalkan kawan-kawan dan kenangan disana.
Nostalgia
Fizikalnya banyak berubah. Masih basah kenangan disana. Seolah-olah terlayar dihadapan mata saya yang dulu sedang berjalan dari asrama ke blok akademik. Tengahari balik terkejar2 makan solat , cadar kena tegang, sidai towel ke ampaian. Petang-petang, bila malas beriadhah, duduk ditangga tepi padang, sambil borak atau bawa buku/nota (konon nak baca). Sebenarnya banyak lagi kenangan yang saya tak sebutkan disini. Rindunya!
Tiba-tiba korek balik nasyid the zikr, banyak nasyid tu saya kenal masa disekolah dahulu. Rupanya-rupanya the zikr adalah dibawah al-arqam. Lagu kegemaran dulu secerah pawana .
Wednesday, December 11, 2013
mengenai membaca
Mulakan saja dari apa-apa jenis buku yang anda minati. Membaca adalah serangkaian proses yang sentiasa berkembang. Secara berlahan-lahan dimensinya akan mencapah, kedalamannya menyusur akar. titik-titik yang terpecah-pecah akan bertaut. Kematangannya bukan hadir sekelip mata, bagaikan kehidupan tumbuh dan mendewasa.
oleh Mohd Rosli Ibrahim
oleh Mohd Rosli Ibrahim
Thursday, December 05, 2013
Penyatuan Hamas dan Fatah?
Assalamualaikum, entri ni dikarang dr hafidzi. Ini berikutan PAU yang sedang berlansung dan forum antarabangsa diadakan dan dijemput Khaled Misyal,Pengerusi Biro Pilitik HAMAS sebagai salah seorang panel.
Karangan Dr Hafidzi Mohd Noor
Jadi UMNO akan menjadi orang tengah menyatukan HAMAS dan Fatah. Komitmen ini amat dihargai oleh Khaled Mish'al.
Saya ulas di sini bukan untuk memperkecilkan niat murni UMNO yang sekarang ini sedang mengadakan Perhimpunan Agungnya dan Khaled Mish'al adalah tetamu hi-profil yang dijemput oleh UMNO kali ini.
Siapa pun tidak akan menjadi batu penghalang dan cuba menggagalkan perpaduan di kalangan rakyat Palestin. Tetapi tawaran ini dan sambutan ke atas inisiatif penting ini perlu dilihat dengan penilaian tertentu.
1. Soal perdamaian adalah soal pokok umat Islam. Tidak perlu diulas lagi dari sudut akidah dan tuntutan ukhuwah - apatah lagi dalam keadaan berhadapan dengan musuh hakiki (musuh sampai akhirat) umat Islam iaitu zionis.
2. Namun perpaduan itu ada asasnya. Apabila soalan yang sama diajukan kepada Dr Azzam Tamimi yang kebetulan juga ada di Malaysia saat ini, apakah harapan bagi HAMAS dan Fatah bersatu. Jawapan beliau sebagaimana yang diduga ialah perpaduan ini bolih menjadi kenyataan tetapi dengan syarat Fatah mengubah prinsipnya. Kenapa Fatah pula yang kena merubah prinsip? Sebabnya ialah Fatah kini tunduk kepada Israel dan menggadaikan prinsip-prinsip asas perjuangan Palestin. Dosa paling besar Fatah ialah mengiktiraf Israel bahkan melupuskan 78% dari bumi Palestin kepada Israel selama-lamanya. Fatah sanggup tunduk kepada perjanjian damai yang berat sebelah yang berterusan mengkhianati rakyat Palestin di luar Palestin bahkan rakyat Palestin yang berada di Tebing Barat, Baitul Makdis timur dan di kejiranan kota lama di mana terletaknya masjid al Aqsa. Fatah bersetuju dengan perjanjian Oslo. perjanjian Taba, Camp David yang jelas merupakan satu penipuan dan Fatah menjadi lumpuh dan menyaksikan sahaja pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan oleh Israel ke atas perjanjian yang di tanda tanganinya sendiri
Soalnya di sini bersediakan Fatah menukar prinsip perjuangannya yang bersepakat dengan Israel demi mengekang pergerakan dan perjuangan Hamas bukan sahaja di Tebing Barat bahkan di Gaza.
3. Khaled Mish'al adalah seorang yang faham erti diplomasi. Diplomasi dalam banyak keadaan adalah 'lakonan' yang dikedepankan sebagai untuk paparan rasmi. Sudah pastilah Khaled Mish'al akan bercakap soal perpaduan di mata umum kerana memang itupun hasrat dan harapan semua orang. Perjuangan Palestin sukar untuk menyatukan umat Islam dalam keadaan rakyatnya bersatu apatah lagi dalam keadaan rakyatnya bertelagah. Bahasa diplomasi ini jugalah yang digunakan oelh Khaled Mish'al apabila berada d Iran. Khaled Mish'al memuji Iran kerana menyokong perjuangan HAMAS. Bahkan ini jugalah bahasa diplomasi yang digunakan oleh PM Ismail Haniyeh ketika berada di Iran. Apakah bererti Khaled Mish 'al menyokong Iran dan sebuah kerajaan Syiah? Pastinya tidak. Yang diraikan dan disokong ialah sokongan Iran kepada Hamas. Dan seperti yang diulas oleh Dr Azam Tamimi, siapapun yang hendak menyokong perjuangan Hamas akan dialu-alukan dengan syarat sokongan itu tidak meletakkan pra syarat. Hamas mesti melakukan sesuatu atau mengambil satu pendirian jika ingin mendapatkan sokongan dari mana-mana pihak. Umpamanya kami akan bekalkan roket dengan syarat kamu bersedia untuk menyatakan sokongan ke atas Basyar Assad. Dalam ertikata yang lain siapapun yang sokong HAMAS akan dialu-alukan dengan syarat sokongan itu adalah sokongan yang tidak ada sebarang ikatan (no strings attached).
4. Apakah kita mengharapkan Khaled Mish'al akan berucap dalam perhimpunan Agung UMNO sebagai tetamu kehormat luar negara dalam bentuk ucapan bahasa perang dan konfrantasi dengan Fatah. Apakah kita mengharapkan Khaled Mish'al meluangkan slogan yang beliau luangkan di Gaza iaitu setiap inici dari bumi Palestin dari Jordan sampai Laut Mediteranean akan diambil semula dari israel dan sekutu sepakatnya Fatah? 'From the River to the sea, Palestine will be free!' atau berikrar untuk 'Menyertai PLO dan menguasainya kerana Fatah sudah tidak relevan dalam perjuangan pembebasan Palestin?
5. Apa yang akan berlaku inisiatif untuk menjadi orang tengah ini hanya tinggal retorik dalam Perhimpunan Agung. Setakat mana ia boleh diterjemahkan, sama-sama kita lihat. Kerana yang pertama bukan tidak pernah wujud kerajaan perpaduan Hamas dan Fatah sejak berlakunya Pilihanraya Legislatif pertama pada tahun 2006. Dua kali kerajaan perpaduan yang diketuai oleh teknokrat terungkai dan puluhan inisiatif yang lain berhadapan dengan jalan buntu samada yang diusahakan oelh Mesir, Yaman atau Arab Saudi.
6. Ketika Khaled Mish'al melakukan satu insiatif kerjasama dengan Fatah dengan bersetuju Presiden Mahmud Abbas sebagai presiden interim kepada sebuah kerajaan perpaduan dua tahun yang lalu - PM Ismail Haniyeh hanya mendiamkan diri. Tiada sebarang komen dari beliau. Akhirnya ia tinggal retorik di atas kertas dan sehingga hari ini tidak ada langkah susulan.
Selamat bersidang para perwakilan dalam Persidangan Agung UMNO.
Sekian. Perlu bergerak sekarang untuk memenuhi undangan Persidangan Meja Bulat anjuran PCOM bersama Khaled Mish'al
Karangan Dr Hafidzi Mohd Noor
Jadi UMNO akan menjadi orang tengah menyatukan HAMAS dan Fatah. Komitmen ini amat dihargai oleh Khaled Mish'al.
Saya ulas di sini bukan untuk memperkecilkan niat murni UMNO yang sekarang ini sedang mengadakan Perhimpunan Agungnya dan Khaled Mish'al adalah tetamu hi-profil yang dijemput oleh UMNO kali ini.
Siapa pun tidak akan menjadi batu penghalang dan cuba menggagalkan perpaduan di kalangan rakyat Palestin. Tetapi tawaran ini dan sambutan ke atas inisiatif penting ini perlu dilihat dengan penilaian tertentu.
1. Soal perdamaian adalah soal pokok umat Islam. Tidak perlu diulas lagi dari sudut akidah dan tuntutan ukhuwah - apatah lagi dalam keadaan berhadapan dengan musuh hakiki (musuh sampai akhirat) umat Islam iaitu zionis.
2. Namun perpaduan itu ada asasnya. Apabila soalan yang sama diajukan kepada Dr Azzam Tamimi yang kebetulan juga ada di Malaysia saat ini, apakah harapan bagi HAMAS dan Fatah bersatu. Jawapan beliau sebagaimana yang diduga ialah perpaduan ini bolih menjadi kenyataan tetapi dengan syarat Fatah mengubah prinsipnya. Kenapa Fatah pula yang kena merubah prinsip? Sebabnya ialah Fatah kini tunduk kepada Israel dan menggadaikan prinsip-prinsip asas perjuangan Palestin. Dosa paling besar Fatah ialah mengiktiraf Israel bahkan melupuskan 78% dari bumi Palestin kepada Israel selama-lamanya. Fatah sanggup tunduk kepada perjanjian damai yang berat sebelah yang berterusan mengkhianati rakyat Palestin di luar Palestin bahkan rakyat Palestin yang berada di Tebing Barat, Baitul Makdis timur dan di kejiranan kota lama di mana terletaknya masjid al Aqsa. Fatah bersetuju dengan perjanjian Oslo. perjanjian Taba, Camp David yang jelas merupakan satu penipuan dan Fatah menjadi lumpuh dan menyaksikan sahaja pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan oleh Israel ke atas perjanjian yang di tanda tanganinya sendiri
Soalnya di sini bersediakan Fatah menukar prinsip perjuangannya yang bersepakat dengan Israel demi mengekang pergerakan dan perjuangan Hamas bukan sahaja di Tebing Barat bahkan di Gaza.
3. Khaled Mish'al adalah seorang yang faham erti diplomasi. Diplomasi dalam banyak keadaan adalah 'lakonan' yang dikedepankan sebagai untuk paparan rasmi. Sudah pastilah Khaled Mish'al akan bercakap soal perpaduan di mata umum kerana memang itupun hasrat dan harapan semua orang. Perjuangan Palestin sukar untuk menyatukan umat Islam dalam keadaan rakyatnya bersatu apatah lagi dalam keadaan rakyatnya bertelagah. Bahasa diplomasi ini jugalah yang digunakan oelh Khaled Mish'al apabila berada d Iran. Khaled Mish'al memuji Iran kerana menyokong perjuangan HAMAS. Bahkan ini jugalah bahasa diplomasi yang digunakan oleh PM Ismail Haniyeh ketika berada di Iran. Apakah bererti Khaled Mish 'al menyokong Iran dan sebuah kerajaan Syiah? Pastinya tidak. Yang diraikan dan disokong ialah sokongan Iran kepada Hamas. Dan seperti yang diulas oleh Dr Azam Tamimi, siapapun yang hendak menyokong perjuangan Hamas akan dialu-alukan dengan syarat sokongan itu tidak meletakkan pra syarat. Hamas mesti melakukan sesuatu atau mengambil satu pendirian jika ingin mendapatkan sokongan dari mana-mana pihak. Umpamanya kami akan bekalkan roket dengan syarat kamu bersedia untuk menyatakan sokongan ke atas Basyar Assad. Dalam ertikata yang lain siapapun yang sokong HAMAS akan dialu-alukan dengan syarat sokongan itu adalah sokongan yang tidak ada sebarang ikatan (no strings attached).
4. Apakah kita mengharapkan Khaled Mish'al akan berucap dalam perhimpunan Agung UMNO sebagai tetamu kehormat luar negara dalam bentuk ucapan bahasa perang dan konfrantasi dengan Fatah. Apakah kita mengharapkan Khaled Mish'al meluangkan slogan yang beliau luangkan di Gaza iaitu setiap inici dari bumi Palestin dari Jordan sampai Laut Mediteranean akan diambil semula dari israel dan sekutu sepakatnya Fatah? 'From the River to the sea, Palestine will be free!' atau berikrar untuk 'Menyertai PLO dan menguasainya kerana Fatah sudah tidak relevan dalam perjuangan pembebasan Palestin?
5. Apa yang akan berlaku inisiatif untuk menjadi orang tengah ini hanya tinggal retorik dalam Perhimpunan Agung. Setakat mana ia boleh diterjemahkan, sama-sama kita lihat. Kerana yang pertama bukan tidak pernah wujud kerajaan perpaduan Hamas dan Fatah sejak berlakunya Pilihanraya Legislatif pertama pada tahun 2006. Dua kali kerajaan perpaduan yang diketuai oleh teknokrat terungkai dan puluhan inisiatif yang lain berhadapan dengan jalan buntu samada yang diusahakan oelh Mesir, Yaman atau Arab Saudi.
6. Ketika Khaled Mish'al melakukan satu insiatif kerjasama dengan Fatah dengan bersetuju Presiden Mahmud Abbas sebagai presiden interim kepada sebuah kerajaan perpaduan dua tahun yang lalu - PM Ismail Haniyeh hanya mendiamkan diri. Tiada sebarang komen dari beliau. Akhirnya ia tinggal retorik di atas kertas dan sehingga hari ini tidak ada langkah susulan.
Selamat bersidang para perwakilan dalam Persidangan Agung UMNO.
Sekian. Perlu bergerak sekarang untuk memenuhi undangan Persidangan Meja Bulat anjuran PCOM bersama Khaled Mish'al
Tuesday, December 03, 2013
Muslim Rohingya
Salam,
Islam tidak memusuhi penganut agama lain tanpa sebab yang kukuh, seperti mereka terang-terangan memusuhi islam. Malah tidak memaksa mereka menganut Islam.Bayangkan jika kita berada dinegara yang minoriti muslim, pastilah berasa tak selamat jika penganut agama lain memandang serong kepada kita. Inilah yang terjadi kepada masyarakat rohingya. Jadi eloklah kiranya kita berlaku adil kepada non-muslim kerana banyak suara muslim yang ekstrim yang kita dengar memusuhi bukan Islam. Janganlah kita jadikan alasan kita negara majoriri muslim, maka mahu mengusir non muslim.
* Ini adalah pendapat peribadi penulis yang dipetik dari blog beliau sendiri dan tidak semestinya mewakili pandangan Sinar Harian Online.
Islam tidak memusuhi penganut agama lain tanpa sebab yang kukuh, seperti mereka terang-terangan memusuhi islam. Malah tidak memaksa mereka menganut Islam.Bayangkan jika kita berada dinegara yang minoriti muslim, pastilah berasa tak selamat jika penganut agama lain memandang serong kepada kita. Inilah yang terjadi kepada masyarakat rohingya. Jadi eloklah kiranya kita berlaku adil kepada non-muslim kerana banyak suara muslim yang ekstrim yang kita dengar memusuhi bukan Islam. Janganlah kita jadikan alasan kita negara majoriri muslim, maka mahu mengusir non muslim.
Tangisan Muslim Rohingya, Malaysia terus membisu
SATU Perhimpunan Agung Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) telah diadakan akhir tahun lepas bagi mencapai kata sepakat berhubung isu penghapusan etnik Muslim Rohingyadi Myanmar. Hasil dari perhimpunan tersebut, satu resolusi telah berjaya dipersetujui dengan menggesa kerajaan Myanmar mengambil tindakan memperbaiki situasi dengan melindungi hak asasi manusia dan memberi hak kewarganegaraan masyarakat Islam.
Namun, reaksi cukup negatif telah ditunjukkan oleh masyarakat Buddha Rakhine. Di saat Muslim Rohingya diperintah berkurung, mereka telah menyerang dengan ganas Pasaraya Utama Maungdaw di Arakan dengan membakar tujuh kedai yang dimiliki oleh orang Islam dan membuat rompakan sebanyak 12 kedai. Mereka juga telah membakar sebuah masjid tertua di Arakan yang telah didirikan dari abad ke-19 yang dikenali sebagai ‘Hakim Ali’.
Pada bulan November 2013, satu delegasi OIC telah membuat lawatan ke Myanmar bagi meninjau nasib Muslim Rohingya yang terpaksa hidup dalam keadaan terancam. Setiausaha Agung OIC, Ekmeleddin Ihsanoglu dan anggota delegasi yang lain telah menghabiskan masa selama empat hari berhasrat untuk bertemu dengan presiden, menteri, kumpulan agama dan agensi Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB). Tetapi, Aung San Suu Kyi enggan menemui mereka.
Reaksi dari lawatan delegasi OIC tersebut, satu demonstrasi telahdilancarkan oleh puak sami-sami Buddha esktrimis sebagai tanda protes dan bantahan. Demonstrasi yang telah mendapat cop ‘halal’ dari pihak berkuasa kerajaan Myanmar dengan jelas membawa mesej ingin mengisyiharkan perang ke atas Islam dan kaum Muslimin.
Tidak cukup dengan melakukan pembunuhan beramai-ramai, membakar hidup-hidup mangsa, membakar masjid, memusnahkan kubur, menyeksa kanak-kanak dan merogol gadis-gadis tanpa sifat kemanusiaan, mereka dengan berani mengangkat sepanduk yang membawa mesej melabelkan Islam sebagai agama haiwan. Dengan jelas, mereka mahu melenyapkan Islam di bumi Myanmar dengan meneruskan penindasan dan penghinaan terhadap umat Islam.
Di Malaysia, satu tindakan diambil diperingkat NGO dengan menubuhkan Koaliasi Menentang Ekstrimisme Agama di Myanmar (Coaliation Against Extremism in Myanmar-CAREM) bagi mengutuk sekerasnya terhadap penghinaan Islam yang dipamerkan dalam demonstrasi tersebut.
Mohd Azmi Abdul Hamid bertindak sebagai Koordinator CAREM telah mendesak semua penganut agama di dunia yang cintakan kedamaian, keharmonian dan saling hormat antara agama supaya menyatakan sikap dan pendirian mengecam tindakan kelompok esktrimis Buddha di Myanmar.
Tindakan kejam yang dilakukan oleh esktrimis Buddha telah melanggar Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB apabila bertindak melakukan keganasan antara agama. Dalai Lama sebagai ketua kerohanian penganut Buddha seluruh dunia perlu bersuara agar kerajaan Myanmar menghentikan penindasan terhadap penganut agama lain.
Anggota negara-negara Asean juga tidak boleh berdiam diri dengan sikap ‘lepas tangan’dan membisu dengan terusmemberi tekanan kepada kerajaan Myanmar supaya menghentikan polisi penindasan terhadap agama lain. Jika Myanmar terus bersikap ekstrim dan menjadikan masyarakat Islam Rohingya dalam suasana ketakutan, maka kedudukan Myanmar sebagai Pengerusi Asean 2014 juga perlu dikaji semula.
Negara-negara OIC juga perlu sebulat suara dalam menyatakan bantahan terhadap kebiadapan ekstrimis Buddha yang secara hakikatnya disokong oleh kerajaan Myanmar. OIC perlu mengkaji semula hubungan diplomatik dengan Myanmar dan menuntut supaya semua kedutaan Myanmar di negara-negara OIC 'dihalau’ keluar jika kempen membenci Islam tidak dihentikan serta-merta.
Pendirian kerajaan Malaysia juga masih dinanti-nantikan di saat Kejohanan Sukan SEA kali ke 27 yang bakal berlangsung di Myanmar bermula 11 Disember ini. Kerajaan Malaysia sewajarnya membatalkan penyertaan olahragawan dan olahragawati Muslim dari Malaysia ke Sukan SEA tahun iniatas alasan kerajaan Myanmar bersikap anti Islam dan kehadiran atlet Islam yang tidak selamat dan tidak terjamin.
Seterusnya, kerajaan Malaysia secara bijaknya digesa untuk menghantar memorandum bantahan kepada kedutaan Myanmar agar kerajaan Myanmar menghormati agama Islam dengan memberi kebebasan kepada orang Islam untuk hidup aman dan tenang sebagaimana penganut agama Buddha merasai kebebasan beragama di Malaysia.
Rakyat juga masih menunggu di mana suara Menteri Belia dan Sukan, Khairy Jamaluddin yang sinonim dengan membawa aspirasi anak muda agar memberi respon dengan penglibatan atlet Islam dalam Kejohanan Sukan SEA di Myanmar kali ini.
Hasil Nukilan,
ABDUL MALIK BIN AB RAZAK
Penulis ialah mahasiswa tahun 3 di Fakulti Ilmu Wahyu dan Sains Kemanusiaan, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)
Namun, reaksi cukup negatif telah ditunjukkan oleh masyarakat Buddha Rakhine. Di saat Muslim Rohingya diperintah berkurung, mereka telah menyerang dengan ganas Pasaraya Utama Maungdaw di Arakan dengan membakar tujuh kedai yang dimiliki oleh orang Islam dan membuat rompakan sebanyak 12 kedai. Mereka juga telah membakar sebuah masjid tertua di Arakan yang telah didirikan dari abad ke-19 yang dikenali sebagai ‘Hakim Ali’.
Pada bulan November 2013, satu delegasi OIC telah membuat lawatan ke Myanmar bagi meninjau nasib Muslim Rohingya yang terpaksa hidup dalam keadaan terancam. Setiausaha Agung OIC, Ekmeleddin Ihsanoglu dan anggota delegasi yang lain telah menghabiskan masa selama empat hari berhasrat untuk bertemu dengan presiden, menteri, kumpulan agama dan agensi Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB). Tetapi, Aung San Suu Kyi enggan menemui mereka.
Reaksi dari lawatan delegasi OIC tersebut, satu demonstrasi telahdilancarkan oleh puak sami-sami Buddha esktrimis sebagai tanda protes dan bantahan. Demonstrasi yang telah mendapat cop ‘halal’ dari pihak berkuasa kerajaan Myanmar dengan jelas membawa mesej ingin mengisyiharkan perang ke atas Islam dan kaum Muslimin.
Tidak cukup dengan melakukan pembunuhan beramai-ramai, membakar hidup-hidup mangsa, membakar masjid, memusnahkan kubur, menyeksa kanak-kanak dan merogol gadis-gadis tanpa sifat kemanusiaan, mereka dengan berani mengangkat sepanduk yang membawa mesej melabelkan Islam sebagai agama haiwan. Dengan jelas, mereka mahu melenyapkan Islam di bumi Myanmar dengan meneruskan penindasan dan penghinaan terhadap umat Islam.
Di Malaysia, satu tindakan diambil diperingkat NGO dengan menubuhkan Koaliasi Menentang Ekstrimisme Agama di Myanmar (Coaliation Against Extremism in Myanmar-CAREM) bagi mengutuk sekerasnya terhadap penghinaan Islam yang dipamerkan dalam demonstrasi tersebut.
Mohd Azmi Abdul Hamid bertindak sebagai Koordinator CAREM telah mendesak semua penganut agama di dunia yang cintakan kedamaian, keharmonian dan saling hormat antara agama supaya menyatakan sikap dan pendirian mengecam tindakan kelompok esktrimis Buddha di Myanmar.
Tindakan kejam yang dilakukan oleh esktrimis Buddha telah melanggar Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB apabila bertindak melakukan keganasan antara agama. Dalai Lama sebagai ketua kerohanian penganut Buddha seluruh dunia perlu bersuara agar kerajaan Myanmar menghentikan penindasan terhadap penganut agama lain.
Anggota negara-negara Asean juga tidak boleh berdiam diri dengan sikap ‘lepas tangan’dan membisu dengan terusmemberi tekanan kepada kerajaan Myanmar supaya menghentikan polisi penindasan terhadap agama lain. Jika Myanmar terus bersikap ekstrim dan menjadikan masyarakat Islam Rohingya dalam suasana ketakutan, maka kedudukan Myanmar sebagai Pengerusi Asean 2014 juga perlu dikaji semula.
Negara-negara OIC juga perlu sebulat suara dalam menyatakan bantahan terhadap kebiadapan ekstrimis Buddha yang secara hakikatnya disokong oleh kerajaan Myanmar. OIC perlu mengkaji semula hubungan diplomatik dengan Myanmar dan menuntut supaya semua kedutaan Myanmar di negara-negara OIC 'dihalau’ keluar jika kempen membenci Islam tidak dihentikan serta-merta.
Pendirian kerajaan Malaysia juga masih dinanti-nantikan di saat Kejohanan Sukan SEA kali ke 27 yang bakal berlangsung di Myanmar bermula 11 Disember ini. Kerajaan Malaysia sewajarnya membatalkan penyertaan olahragawan dan olahragawati Muslim dari Malaysia ke Sukan SEA tahun iniatas alasan kerajaan Myanmar bersikap anti Islam dan kehadiran atlet Islam yang tidak selamat dan tidak terjamin.
Seterusnya, kerajaan Malaysia secara bijaknya digesa untuk menghantar memorandum bantahan kepada kedutaan Myanmar agar kerajaan Myanmar menghormati agama Islam dengan memberi kebebasan kepada orang Islam untuk hidup aman dan tenang sebagaimana penganut agama Buddha merasai kebebasan beragama di Malaysia.
Rakyat juga masih menunggu di mana suara Menteri Belia dan Sukan, Khairy Jamaluddin yang sinonim dengan membawa aspirasi anak muda agar memberi respon dengan penglibatan atlet Islam dalam Kejohanan Sukan SEA di Myanmar kali ini.
Hasil Nukilan,
ABDUL MALIK BIN AB RAZAK
Penulis ialah mahasiswa tahun 3 di Fakulti Ilmu Wahyu dan Sains Kemanusiaan, Universiti Islam Antarabangsa Malaysia (UIAM)
Wednesday, October 09, 2013
Teruja
Assalamualaikum.
Ketika remaja, perasaan teruja ketika menyaksikan/menyiaksikan bak kata David Teo konsert agak tinggi.
Minggu lepas, hadir ke konsert In Team, sebab tak pernah tengok mereka perform live.
Tapi keterujaan semasa konsert berlangsung tersebut tak seperti dulu.
Mungkin faktor umur.
Seperti hobi membaca novel, juga sudah pudar.
Selak depan, belakang, tengah, kanan, kiri. Tak pun tengah baca tu boleh tertidur.
Saya kongsikan dengan kakak saya, dia juga menghadapi perkara yang sama.
Ya, kami sudah meningkat dewasa. Gitu ha..
Bila jumpa/ telefon, gosip-gosip pasal anak dah, saya cakap pasal anak sedara, dia cakap pasal anak dia.anak sedara tu anak dia lah.
Wednesday, August 14, 2013
Wednesday, July 17, 2013
kapal yang belayar
Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah kapal-kapal (yang besar tinggi) seperti gunung, belayar laju merempuh lautan (42:32).

Jika Ia kehendaki, Ia menghentikan tiupan angin, maka tinggalah kapal-kapal itu terapung-apung di muka lautan. Sesungguhnya yang demikian mengandungi tanda-tanda (yang besar pengajarannya) bagi tiap-tiap seorang (mukmin) yang sentiasa bersikap sabar, lagi sentiasa bersyukur (42:33).
| http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Carnival-Freedom-Cruise-Ship.jpg kapal Atau (jika Ia kehendaki) Ia binasakan kapal-kapal itu disebabkan dosa-dosa yang dilakukan oleh orang-orangnya, (lalu setengahnya dibiarkan mati lemas) dan (setengahnya diselamatkan dengan jalan) Ia memaafkan sebahagian besar dari dosa-dosa mereka (42:34) |
Tuesday, June 04, 2013
Selamat pagi
Assalamualaikum.
Selamat pagi.
Lama dah tak tulis apa-apa kat sini.
Kosong, kosong, kosong.
Banyak isu nak ulas, tapi tak cukup bacaan, pendek kata tak cukup komited lah.
Sekarang sudah masuk jun, separuh tahun sudah berlalu.
Rasa macam tiada benda yang significant pun berlaku terhadap diri sendiri.
Hurm. hurm,hurm.
Moga baki 6 bulan lebih produktif dari sebelumnya menginjak ke umur +1 tahun.
Selamat pagi.
Lama dah tak tulis apa-apa kat sini.
Kosong, kosong, kosong.
Banyak isu nak ulas, tapi tak cukup bacaan, pendek kata tak cukup komited lah.
Sekarang sudah masuk jun, separuh tahun sudah berlalu.
Rasa macam tiada benda yang significant pun berlaku terhadap diri sendiri.
Hurm. hurm,hurm.
Moga baki 6 bulan lebih produktif dari sebelumnya menginjak ke umur +1 tahun.
Thursday, February 21, 2013
Undi Muslim atau bukan muslim?
Dalam kelas bersama Fadhilatus Syaikh Prof Dr Ra'fat Uthman Hafizahullah di Darul Ifta' sebentar tadi saya bertanya soalan
(Fadhilatus Syaikh merupakan salah seorang Anggota Hai'ah Kibar Ulamak Al-Azhar As-Syarif,Dekan Kuliah Syariah Wal Qanun Al-Azhar As-Syarif sebelum ini.
Beliau disebut oleh Fadhilatus Syaikh Ali Jum'ah Hafizahullah sebagai salah seorang Ahli Ilmu yang Besar di Mesir dan Seorang Faqih Muhaqqiq Mudaqqiq) :
"Sekiranya ada dua Calon yang bertanding Kerusi Parlimen,Seorangnya Muslim tetapi mempunyai rekod pentadbiran yang buruk dan penyelewengan dan seorang lagi pula adalah Calon Bukan Muslim tetapi rekod pentadbiran dan pengurusannya baik dan telus.
Bolehkah saya memberikan Undi kepada Calon Bukan Muslim tersebut?"
Fadhilatus Syaikh Hafizahullah menjawab :
"Ya. Boleh. Takkanlah kita ingin memberikan amanah kepada mereka-mereka yang akan merosakkan dan tidak membawa maslahah kepada negara?
Sekiranya bukan Muslim tersebut mampu melaksanakan tugas dengan baik membawa kebaikan buat negara dan Calon Muslim pula sebaliknya,kita perlu memberikan undi kepada yang boleh membawa kebaikan buat negara.
Sekiranya awak ada harta dan tanah yang ingin diuruskan,dan ada dua calon yang meminta untuk menguruskannya,seorangnya Muslim tetapi tidak pandai mengurus dan seorang lagi Bukan Muslim tetapi mampu mengurus,pastilah tugas tersebut perlu diberi kepada Bukan Muslim yang mampu mengurus."
Saya bertanya lagi :
"Ada yang berhujah dengan Ayat Al-Qur'an yang melarang Golongan Mukmin mengambil 'Wali' selain dari Mukmin."
Fadhilatus Syaikh menjawab :
"Ahli Parlimen bukanlah 'Wali Amri'. Ahli Parlimen mempunyai tugas yang kita semua maklum di Dewan Rakyat contohnya membincang dan memberi pandangan ketika penggubalan undang-undang (dan membincangkan belanjawan negara dll).
Ahli Parlimen bukanlah 'Wali' sebagaimana yang dinyatakan oleh Ayat tersebut"
Begitulah lebih kurang perbicangan dan jawapan oleh Fadhilatus Syaikh Hafizahullah.
Tujuan saya berkongsi perbincangan ini bukanlah untuk fokus kepada isi jawapan beliau.
Tujuan utama saya adalah untuk menunjukkan perbezaan yang sangat ketara apabila 'Ahli Ilmu dan Faqih' berbicara soal hukum hakam berbanding 'Mereka yang tidak berkeahlian' yang cuma bercakap atas dasar semangat dan sentimen.
Berhati-hatilah wahai sahabat-sahabat sekalian dalam berbicara Soal Hukum Hakam dan bercakap dengan Ayat-Ayat Allah.
Ianya adalah Amanah.
Amanah itu perlu kepada 'Quwwah'.
'Quwwah' dalam berbicara soal hukum hakam adalah 'Lengkapnya diri dengan Ilmu-Ilmu yang disyaratkan oleh Para Ulamak Ummah untuk melayakkan seseorang berbicara soal hukum hakam'.
Semoga Allah melimpahkan RahmatNya yang berpanjangan buat Para Ulamak Al-Azhar As-Syarif dan Semua Ulamak Ummah yang Benar dan Mukhlisin.yang telah mengajar dan mendidik kami erti Amanah dan Beradab dengan Ilmu.
oleh ust muhamad norazam bahador.
(Fadhilatus Syaikh merupakan salah seorang Anggota Hai'ah Kibar Ulamak Al-Azhar As-Syarif,Dekan Kuliah Syariah Wal Qanun Al-Azhar As-Syarif sebelum ini.
Beliau disebut oleh Fadhilatus Syaikh Ali Jum'ah Hafizahullah sebagai salah seorang Ahli Ilmu yang Besar di Mesir dan Seorang Faqih Muhaqqiq Mudaqqiq) :
"Sekiranya ada dua Calon yang bertanding Kerusi Parlimen,Seorangnya Muslim tetapi mempunyai rekod pentadbiran yang buruk dan penyelewengan dan seorang lagi pula adalah Calon Bukan Muslim tetapi rekod pentadbiran dan pengurusannya baik dan telus.
Bolehkah saya memberikan Undi kepada Calon Bukan Muslim tersebut?"
Fadhilatus Syaikh Hafizahullah menjawab :
"Ya. Boleh. Takkanlah kita ingin memberikan amanah kepada mereka-mereka yang akan merosakkan dan tidak membawa maslahah kepada negara?
Sekiranya bukan Muslim tersebut mampu melaksanakan tugas dengan baik membawa kebaikan buat negara dan Calon Muslim pula sebaliknya,kita perlu memberikan undi kepada yang boleh membawa kebaikan buat negara.
Sekiranya awak ada harta dan tanah yang ingin diuruskan,dan ada dua calon yang meminta untuk menguruskannya,seorangnya Muslim tetapi tidak pandai mengurus dan seorang lagi Bukan Muslim tetapi mampu mengurus,pastilah tugas tersebut perlu diberi kepada Bukan Muslim yang mampu mengurus."
Saya bertanya lagi :
"Ada yang berhujah dengan Ayat Al-Qur'an yang melarang Golongan Mukmin mengambil 'Wali' selain dari Mukmin."
Fadhilatus Syaikh menjawab :
"Ahli Parlimen bukanlah 'Wali Amri'. Ahli Parlimen mempunyai tugas yang kita semua maklum di Dewan Rakyat contohnya membincang dan memberi pandangan ketika penggubalan undang-undang (dan membincangkan belanjawan negara dll).
Ahli Parlimen bukanlah 'Wali' sebagaimana yang dinyatakan oleh Ayat tersebut"
Begitulah lebih kurang perbicangan dan jawapan oleh Fadhilatus Syaikh Hafizahullah.
Tujuan saya berkongsi perbincangan ini bukanlah untuk fokus kepada isi jawapan beliau.
Tujuan utama saya adalah untuk menunjukkan perbezaan yang sangat ketara apabila 'Ahli Ilmu dan Faqih' berbicara soal hukum hakam berbanding 'Mereka yang tidak berkeahlian' yang cuma bercakap atas dasar semangat dan sentimen.
Berhati-hatilah wahai sahabat-sahabat sekalian dalam berbicara Soal Hukum Hakam dan bercakap dengan Ayat-Ayat Allah.
Ianya adalah Amanah.
Amanah itu perlu kepada 'Quwwah'.
'Quwwah' dalam berbicara soal hukum hakam adalah 'Lengkapnya diri dengan Ilmu-Ilmu yang disyaratkan oleh Para Ulamak Ummah untuk melayakkan seseorang berbicara soal hukum hakam'.
Semoga Allah melimpahkan RahmatNya yang berpanjangan buat Para Ulamak Al-Azhar As-Syarif dan Semua Ulamak Ummah yang Benar dan Mukhlisin.yang telah mengajar dan mendidik kami erti Amanah dan Beradab dengan Ilmu.
oleh ust muhamad norazam bahador.
Wednesday, February 20, 2013
islam hanya untuk muslim shj?
Monday, February 18, 2013
Usrah
Memiliki usrah tidak menjadikan kita mulia di sisi Allah.
Janganlah kerana kita ada usrah, kita rasa kita mulia, kita lebih bagus daripada orang lain. Kemuliaan itu sesungguhnya milik Allah. Usrah itu hanyalah wasilah untuk kita bergerak menuju kemuliaan itu.
Apalah gunanya ada usrah tetapi mengekslusifkan kemuliaan milik Allah itu pada diri atau kumpulan kita. Bukan milik kita kemuliaan itu.
Kita berusaha mencapai kemuliaan itu. Orang lain pun berusaha. Hargai usaha orang lain dan hindari prasangka, kita pun lebih senang untuk berlapang dada.
Sunday, February 17, 2013
Berhenti Jadi Raja Sehari Kemudian Jadi Hamba Bank 10 Tahun #SBM2.0
Berhenti Jadi Raja Sehari Kemudian Jadi Hamba Bank 10 Tahun #SBM2.0
Kita mempunyai pilihan.
1) Terus buat majlis perkahwinan seperti hari ini.
2) Membentuk budaya baru majlis perkahwinan yang lebih ‘mampu-buat’.
Sekiranya poket kita “dalam”, tiada masalah untuk buat cara kenduri kahwin yang kita suka. Apa yang mengundang kebocoran wang yang banyak di kemudian hari adalah apabila kita membuat kenduri kahwin di luar kemampuan sehingga terpaksa bergolok gadai & berhutang keliling pinggang.
Berhenti Jadi Raja Sehari Kemudian Jadi Hamba Bank Selama 10 tahun
Apabila kos perkahwinan hari ini mencecah RM 50,000 maka majoriti bakal pengantin terpaksaberhutang dengan bank sehingga 10-15 tahun.
Dengan kadar pembiayaan peribadi sekitar 5% setahun, setiap hutang RM 50,000 menyebabkan kita kehilangan aliran tunai sebanyak RM 600 sebulan selama 120 bulan. Seterusnya membayar balik kepada bank sehingga RM 72,000.
Benar, berkahwin & membuat kenduri perkahwinan itu satu sunnah namun Nabi saw tidaklah mengajar kita untuk membuat sesuatu di luar kemampuan sehingga membebankan kita. Baginda saw menyarankan agar kenduri kahwin ini dibuat walaupun hanya sekadar seekor kambing. Nak tunjuk, kenduri itu sunnah dan buat kecil-kecil pun tidak mengapa.
Dalam masyarakat kita, kenduri seekor kambing mampu menjamu dari 60-100 orang.
Jom Ubah Budaya Kahwin di Malaysia
Apabila anak-anak muda yang mahu berkahwin dapat mengelakkan dari membuat pembiayaan peribadi sebesar RM 50,000 mereka bakal mempunyai aliran tunai sehingga RM 600 sebulan. Jika mereka mampu bayar kepada bank RM 600 sebulan, sebenarnya mereka juga mampu menyimpan sebanyak itu setiap bulan.
Justeru, dengan aliran tunai sebanyak itu bakal pengantin mempunyai 2 pilihan mudah.
#1 Menyimpan RM 600 sebulan selama 7 tahun
Hasilnya dianggarkan seperti berikut
Tabung Haji (5%): RM 61,553.58
ASB (8%): RM 69,383.72
ASB (8%): RM 69,383.72
#2 Memulakan pelaburan hartanah setiap sendiri
Suami beli satu. Isteri beli satu. (Sila pastikan pembelian dibuat setelah mempelajari ilmu pelaburan hartanah dahulu ya)
Selepas 7 tahun berkahwin, rumah tersebut dapat terus disewakan atau dijual dengan keuntungan. Seterusnya mereka dapat bergabung membeli rumah yang lebih besar dan yang lebih sesuai untuk membentuk ‘Rumahku Syurgaku’.
Anak Muda Mesti Kumpul Aset
Kumpul aset secepat mungkin.
Bukan hutang kereta.
Bukan hutang rumah (untuk diduduki)
Bukan hutang peribadi (untuk berkahwin)
Bukan hutang rumah (untuk diduduki)
Bukan hutang peribadi (untuk berkahwin)
Barulah duit kita bekerja keras untuk kita dan bukannya kita bekerja keras untuk bank.
Dalam situasi hari ini, penyakit kewangan anak-anak muda di Malaysia bermula sejak mereka mula bercinta lagi.
Terima kasih kepada semua yang hadir pada Seminar Baitul Muslim 2.0 pada 16 Februari 2013 di Putrajaya International Convention Center (PICC). Sila klik link di bawah untuk mendapatkanspreadsheet strategi perbelanjaan perkahwinan seperti dalam sesi Fulu$ oh Fulu$.
http://www.pakdi.net/berhenti-jadi-raja-sehari-kemudian-jadi-hamba-bank-10-tahun-sbm2-0/
Thursday, February 14, 2013
Challenges
I thought everything will run smoothly as I planned,
and I did not expect things like these will happened.
Please expect the worst, so that you will you be mentally and emitionally prepared.
Put in your mind that life need challenges.
For every challenge encountered there is opportunity for growth.
Stay positive because when you stay positive, will be become stronger.
Even when it feels like your whole world is falling apart.
and I did not expect things like these will happened.
Please expect the worst, so that you will you be mentally and emitionally prepared.
Put in your mind that life need challenges.
For every challenge encountered there is opportunity for growth.
Stay positive because when you stay positive, will be become stronger.
Even when it feels like your whole world is falling apart.
Sunday, January 27, 2013
Anak buah
Assalamua'alaikum.
Saya tak tahu kenapa orang panggil anak sedara =anak buah. Tahun ini sahaja akan dapat beberapa orang anak buah. Hari tu, terima sms dari kakak,
" pergi scan tadi, anak perempuan insyallah, buleh la beli baju pink nanti"
Anak sulungnya lelaki, pastinya beliau gembira dan saya pun gembira. Tapi bila lama2 tenung handphone lepas baca mesejnya, rasa terharu pulak.
Terharu sebab teringin pun nak anak jugak. Belumkahwin pun.
Saya tak tahu kenapa orang panggil anak sedara =anak buah. Tahun ini sahaja akan dapat beberapa orang anak buah. Hari tu, terima sms dari kakak,
" pergi scan tadi, anak perempuan insyallah, buleh la beli baju pink nanti"
Anak sulungnya lelaki, pastinya beliau gembira dan saya pun gembira. Tapi bila lama2 tenung handphone lepas baca mesejnya, rasa terharu pulak.
Terharu sebab teringin pun nak anak jugak. Belumkahwin pun.
Subscribe to:
Posts (Atom)




